SOAL TBSM USK SMK SETIAGAMA JAKARTA
π SOAL CAMPURAN TBSM (MODEL PENALARAN / TKA)
π§ BAGIAN A – MESIN (1–13)
1. Sebuah motor 150 cc mengalami penurunan kompresi dari 11 kg/cm² menjadi 7 kg/cm². Jika tidak ada kebocoran pada gasket, maka kemungkinan penyebab paling logis adalah…
A. Filter udara tersumbat
B. Ring piston aus
C. Busi kotor
D. Karburator kotor
E. Setelan rantai longgar
2. Motor 4 langkah memiliki diameter piston 57 mm dan langkah 58,7 mm. Jika bore diperbesar 1 mm tanpa mengubah langkah, maka akibatnya adalah…
A. Kompresi turun
B. Volume silinder bertambah
C. Langkah piston berubah
D. Torsi turun drastis
E. RPM maksimum turun
3. Jika campuran bahan bakar terlalu miskin (lean), maka dampak jangka panjang yang mungkin terjadi adalah…
A. Konsumsi BBM boros
B. Mesin overheat
C. Tenaga meningkat stabil
D. Knocking berkurang
E. Oli cepat mengental
4. Motor sulit hidup saat panas tetapi normal saat dingin. Analisis paling logis adalah…
A. Klep terlalu renggang
B. Spul pengapian melemah saat panas
C. Tekanan ban kurang
D. Rantai kendor
E. Kampas kopling aus
5. Jika perbandingan kompresi dinaikkan, maka secara teori…
A. Efisiensi termal meningkat
B. Konsumsi udara berkurang
C. Torsi pasti turun
D. Volume silinder berkurang
E. Langkah piston memendek
6. Motor mengeluarkan asap putih pekat dan oli cepat berkurang. Maka kemungkinan besar terjadi…
A. Kebocoran karburator
B. Ring oli aus
C. Kampas kopling terbakar
D. Spul rusak
E. Regulator rusak
7. Jika celah klep terlalu rapat, maka saat mesin panas dapat menyebabkan…
A. Kompresi naik
B. Klep tidak menutup sempurna
C. Torsi meningkat
D. Busi lebih awet
E. Konsumsi BBM irit
8. Mesin knocking meskipun bahan bakar sesuai oktan. Penyebab yang logis adalah…
A. Karburator terlalu kaya
B. Endapan karbon di ruang bakar
C. Tekanan ban tinggi
D. Kampas rem aus
E. Aki lemah
9. Jika diameter piston diperbesar 5% maka volume silinder akan…
A. Tetap
B. Bertambah lebih dari 5%
C. Bertambah kurang dari 5%
D. Berkurang
E. Tidak terpengaruh
10. Kompresi tinggi namun tenaga lemah dapat terjadi karena…
A. Timing pengapian terlambat
B. Filter udara bersih
C. Oli baru
D. Rantai baru
E. Busi baru
11. Jika sudut pengapian terlalu maju, maka efeknya…
A. Mesin lambat panas
B. Knocking
C. BBM irit
D. RPM turun
E. Oli mengental
12. Motor injeksi lebih presisi dibanding karburator karena…
A. Tekanan bensin rendah
B. Kontrol elektronik berbasis sensor
C. Venturi lebih besar
D. Tidak memakai ECU
E. Campuran manual
13. Jika tekanan kompresi silinder 1 lebih rendah dibanding silinder lain pada motor 2 silinder, maka kemungkinan…
A. Semua piston rusak
B. Ring piston silinder 1 aus
C. Aki rusak
D. Regulator rusak
E. Ban kurang angin
π BAGIAN B – SASIS (14–25)
14. Jika tekanan ban depan lebih rendah dari standar, maka saat pengereman keras motor cenderung…
A. Stabil
B. Oversteer
C. Understeer
D. Tidak terpengaruh
E. Lebih cepat berhenti
15. Rangka retak pada bagian steering head akan berdampak pada…
A. Sistem pengapian
B. Stabilitas kemudi
C. Sistem injeksi
D. Tegangan aki
E. Sistem starter
16. Shockbreaker terlalu keras menyebabkan…
A. Ban cepat aus
B. Motor sulit dikendalikan di jalan bergelombang
C. Mesin overheat
D. BBM boros
E. Kompresi turun
17. Jika kampas rem aus sebelah, maka kemungkinan…
A. Master rem bocor
B. Kaliper macet
C. Ban kurang angin
D. Oli mesin habis
E. CDI rusak
18. Jarak pengereman bertambah 20% jika kecepatan naik 20%. Hal ini menunjukkan bahwa…
A. Gaya gesek tetap
B. Energi kinetik meningkat signifikan
C. Berat motor turun
D. Torsi turun
E. Kompresi berubah
19. Jika roda belakang tidak sejajar dengan roda depan, maka…
A. Tenaga meningkat
B. Motor cenderung miring
C. BBM irit
D. Rem lebih pakem
E. Shock lebih awet
20. Ban botak meningkatkan risiko aquaplaning karena…
A. Tekanan udara tinggi
B. Alur tidak mampu membuang air
C. Diameter mengecil
D. Velg bengkok
E. Shock rusak
21. Jika bearing roda aus, maka gejala paling logis adalah…
A. Mesin mati
B. Suara dengung saat berjalan
C. Lampu redup
D. Starter lemah
E. Kompresi turun
22. Sudut rake kecil membuat motor…
A. Stabil di kecepatan tinggi
B. Lincah bermanuver
C. BBM boros
D. Torsi naik
E. Rem lebih kuat
23. Disc brake lebih responsif dibanding tromol karena…
A. Gesekan lebih kecil
B. Pendinginan lebih baik
C. Diameter kecil
D. Tidak pakai minyak rem
E. Berat lebih ringan saja
24. Jika tekanan ban dinaikkan berlebihan maka…
A. Bidang kontak mengecil
B. Torsi naik
C. BBM habis
D. Kompresi naik
E. ECU rusak
25. Swing arm bengkok akan mempengaruhi…
A. Pengapian
B. Kesejajaran roda
C. Aki
D. Spul
E. Busi
⚡ BAGIAN C – KELISTRIKAN (26–38)
26. Jika tegangan aki 12V turun menjadi 10V saat starter, maka kemungkinan…
A. Aki soak
B. Busi kotor
C. Ban kempes
D. Shock rusak
E. Kampas kopling aus
27. Lampu redup saat RPM rendah tetapi terang saat RPM tinggi menunjukkan…
A. Regulator rusak total
B. Sistem pengisian bekerja sesuai putaran
C. Aki bocor
D. CDI rusak
E. Koil mati
28. Jika arus 2A mengalir pada beban 6 ohm, maka tegangannya adalah…
A. 3V
B. 6V
C. 12V
D. 18V
E. 24V
29. Sekring sering putus setelah pemasangan klakson baru. Analisis logisnya…
A. Tahanan klakson lebih besar
B. Arus melebihi kapasitas sekring
C. Tegangan turun
D. CDI rusak
E. Busi aus
30. Sistem injeksi membutuhkan sensor TPS untuk…
A. Mengatur tekanan ban
B. Mendeteksi posisi throttle
C. Mengisi aki
D. Menyalakan lampu
E. Mengatur rem
31. Jika tahanan kabel tinggi, maka…
A. Arus meningkat
B. Tegangan drop
C. Kompresi naik
D. RPM naik
E. BBM irit
32. Motor tidak bisa starter elektrik tetapi starter manual hidup normal. Kemungkinan…
A. Ring piston aus
B. Motor starter rusak
C. Karburator kotor
D. Klep rapat
E. Shock keras
33. Jika alternator menghasilkan 14V tetapi aki tetap 12V dan tidak mengisi, maka…
A. Regulator rusak
B. Busi mati
C. Koil rusak
D. Ban kempes
E. Rantai kendor
34. Sensor O2 berfungsi untuk…
A. Mengukur suhu oli
B. Mengukur kadar oksigen gas buang
C. Mengatur tekanan ban
D. Mengatur rpm
E. Mengisi aki
35. Jika hambatan rangkaian ditambah dua kali lipat (tegangan tetap), maka arus…
A. Dua kali lipat
B. Setengahnya
C. Tetap
D. Nol
E. Tak terhingga
36. CDI rusak biasanya ditandai dengan…
A. Tidak ada percikan api
B. Ban aus
C. Oli bocor
D. Shock keras
E. Kampas rem tipis
37. Arus 5A pada tegangan 12V menghasilkan daya…
A. 17W
B. 60W
C. 7W
D. 120W
E. 24W
38. Jika sistem grounding buruk, maka efeknya…
A. Tegangan stabil
B. Lampu berkedip
C. Kompresi naik
D. Mesin lebih dingin
E. BBM irit
πͺ BAGIAN D – PBSM (39–50)
39. Jika bengkel menaikkan harga servis 10% tetapi jumlah pelanggan turun 20%, maka kemungkinan…
A. Pendapatan naik
B. Pendapatan turun
C. Tetap
D. Untung besar
E. Tidak berpengaruh
40. Strategi promosi paling efektif untuk bengkel pemula adalah…
A. Iklan TV nasional
B. Word of mouth dan media sosial lokal
C. Tidak promosi
D. Harga mahal
E. Lokasi tersembunyi
41. Jika biaya operasional Rp5 juta/bulan dan laba per servis Rp50.000, maka minimal jumlah servis agar impas adalah…
A. 50
B. 100
C. 75
D. 150
E. 200
42. Kepuasan pelanggan meningkat jika…
A. Waktu servis lama
B. Transparansi biaya jelas
C. Mekanik kasar
D. Suku cadang palsu
E. Harga tidak konsisten
43. Analisis SWOT digunakan untuk…
A. Menghitung kompresi
B. Menganalisis kekuatan dan peluang usaha
C. Mengatur pengapian
D. Mengukur arus
E. Mengukur tekanan ban
44. Jika persediaan terlalu banyak, maka risiko…
A. Modal tertahan
B. Untung pasti naik
C. Pajak turun
D. Pelanggan naik
E. Biaya nol
45. Break even point tercapai saat…
A. Pendapatan < biaya
B. Pendapatan = biaya
C. Pendapatan > biaya
D. Rugi besar
E. Modal habis
46. Pelayanan cepat dan ramah termasuk strategi…
A. Diferensiasi layanan
B. Pengurangan kualitas
C. Pengurangan harga
D. Pengurangan tenaga kerja
E. Monopoli
47. Jika 70% pelanggan puas dan 30% tidak kembali, maka evaluasi yang tepat adalah…
A. Tidak perlu perbaikan
B. Tingkat retensi perlu ditingkatkan
C. Harga dinaikkan
D. Tutup bengkel
E. Kurangi layanan
48. Modal awal Rp20 juta, laba bersih Rp2 juta/bulan. ROI per bulan adalah…
A. 1%
B. 5%
C. 10%
D. 20%
E. 50%
49. Garansi servis bertujuan untuk…
A. Mengurangi pelanggan
B. Meningkatkan kepercayaan
C. Mengurangi biaya
D. Mengurangi kualitas
E. Menambah risiko
50. Bengkel yang mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan cenderung memiliki…
A. Pelanggan jangka panjang
B. Biaya nol
C. Tanpa promosi
D. Tanpa risiko
E. Tanpa pesaing
π§ KUNCI JAWABAN BAGIAN A – MESIN
B
B
B
B
A
B
B
B
B
A
B
B
B
π BAGIAN B – SASIS
C
B
B
B
B
B
B
B
B
B
A
B
⚡ BAGIAN C – KELISTRIKAN
A
B
C (V = I × R → 2A × 6Ξ© = 12V)
B
B
B
B
A
B
B
A
B (P = V × I → 12V × 5A = 60W)
B
πͺ BAGIAN D – PBSM
B
B
B (5.000.000 ÷ 50.000 = 100 servis)
B
B
A
B
A
B
C (2 juta ÷ 20 juta = 10%)
B
A
.
π KISI–KISI SOAL
Mata Pelajaran : TBSM (Sasis, Mesin, Kelistrikan, PBSM)
Bentuk Soal : Pilihan Ganda (A–E)
Jumlah Soal : 50
Level Kognitif Dominan : C4 (Analisis), C5 (Evaluasi), C6 (Penalaran)
Karakter Soal : Kontekstual, berbasis kasus, numerasi, sebab–akibat
π§ A. MESIN (13 Soal)
| No | Materi | Indikator Soal | Level Kognitif | Bentuk Penalaran |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tekanan Kompresi | Menganalisis penyebab turunnya kompresi | C4 | Sebab–akibat |
| 2 | Volume Silinder | Menentukan dampak perubahan bore | C4 | Numerasi konsep |
| 3 | Campuran BBM | Menentukan akibat campuran miskin | C4 | Analisis konsep |
| 4 | Sistem Pengapian | Menganalisis gejala saat panas | C5 | Diagnostik logis |
| 5 | Rasio Kompresi | Menilai dampak kenaikan kompresi | C4 | Konseptual |
| 6 | Konsumsi Oli | Mengidentifikasi penyebab asap putih | C4 | Analisis gejala |
| 7 | Celah Klep | Menentukan dampak celah rapat | C4 | Hubungan suhu–mekanis |
| 8 | Knocking | Menganalisis penyebab detonasi | C5 | Evaluasi teknis |
| 9 | Perubahan Diameter | Menghitung dampak perubahan volume | C4 | Numerasi |
| 10 | Timing Pengapian | Menganalisis tenaga lemah | C5 | Diagnostik |
| 11 | Sudut Pengapian | Memprediksi efek sudut maju | C4 | Sebab–akibat |
| 12 | Sistem Injeksi | Membandingkan injeksi & karburator | C4 | Analisis sistem |
| 13 | Multi Silinder | Mendiagnosis beda kompresi | C5 | Evaluasi teknis |
π B. SASIS (12 Soal)
| No | Materi | Indikator Soal | Level | Penalaran |
|---|---|---|---|---|
| 14 | Tekanan Ban | Menganalisis efek tekanan rendah | C4 | Dinamika kendaraan |
| 15 | Rangka | Menilai dampak retak steering head | C4 | Analisis struktur |
| 16 | Suspensi | Mengidentifikasi efek shock keras | C4 | Stabilitas |
| 17 | Rem Cakram | Analisis kampas aus sebelah | C5 | Diagnostik |
| 18 | Energi Kinetik | Menganalisis jarak pengereman | C4 | Numerasi fisika |
| 19 | Kesejajaran Roda | Dampak roda tidak sejajar | C4 | Logika mekanis |
| 20 | Aquaplaning | Menjelaskan risiko ban botak | C4 | Konsep gesekan |
| 21 | Bearing Roda | Identifikasi gejala aus | C4 | Diagnostik |
| 22 | Sudut Rake | Analisis karakter handling | C5 | Evaluasi desain |
| 23 | Rem Disc vs Tromol | Membandingkan sistem rem | C4 | Analisis sistem |
| 24 | Tekanan Tinggi | Analisis bidang kontak | C4 | Konsep fisika |
| 25 | Swing Arm | Dampak bengkok | C4 | Geometri mekanik |
⚡ C. KELISTRIKAN (13 Soal)
| No | Materi | Indikator | Level | Penalaran |
|---|---|---|---|---|
| 26 | Tegangan Aki | Analisis drop tegangan saat starter | C4 | Diagnostik |
| 27 | Sistem Pengisian | Analisis hubungan RPM & lampu | C4 | Konsep listrik |
| 28 | Hukum Ohm | Menghitung tegangan | C4 | Numerasi |
| 29 | Sekring | Analisis sekring putus | C5 | Logika arus |
| 30 | Sensor TPS | Fungsi sensor throttle | C4 | Sistem kontrol |
| 31 | Tahanan Kabel | Analisis voltage drop | C4 | Konsep resistansi |
| 32 | Starter Elektrik | Mendiagnosis gangguan starter | C5 | Evaluasi sistem |
| 33 | Regulator | Analisis kegagalan pengisian | C5 | Diagnostik |
| 34 | Sensor O2 | Fungsi sensor gas buang | C4 | Sistem injeksi |
| 35 | Hambatan Ganda | Analisis perubahan arus | C4 | Numerasi |
| 36 | CDI | Gejala kerusakan | C4 | Diagnostik |
| 37 | Daya Listrik | Menghitung daya | C4 | Numerasi |
| 38 | Grounding | Dampak grounding buruk | C4 | Logika rangkaian |
πͺ D. PBSM (12 Soal)
| No | Materi | Indikator | Level | Penalaran |
|---|---|---|---|---|
| 39 | Elastisitas Harga | Analisis dampak kenaikan harga | C5 | Numerasi bisnis |
| 40 | Strategi Promosi | Menilai promosi efektif | C4 | Evaluasi strategi |
| 41 | BEP | Menghitung titik impas | C4 | Numerasi |
| 42 | Kepuasan Pelanggan | Analisis transparansi biaya | C4 | Konseptual |
| 43 | SWOT | Fungsi analisis usaha | C4 | Evaluasi |
| 44 | Manajemen Stok | Risiko overstock | C4 | Logika bisnis |
| 45 | Break Even | Konsep BEP | C4 | Numerasi |
| 46 | Diferensiasi | Analisis strategi layanan | C4 | Konseptual |
| 47 | Retensi Pelanggan | Evaluasi tingkat kembali | C5 | Analisis data |
| 48 | ROI | Menghitung pengembalian investasi | C4 | Numerasi |
| 49 | Garansi | Tujuan garansi servis | C4 | Konsep kepercayaan |
| 50 | Loyalitas | Analisis dampak kualitas | C5 | Evaluasi usaha |

Comments
Post a Comment